Jejak Kecilku…..!!

 Postingan Apakah Sholat Hajat Itu Bid’ah ? adalah untuk menanggapi komentar seseorang di postinganan http://unsecure.wordpress.com/2007/01/18/cara-sholat-hajat/ dan tulisan di bawah ini adalah hasil copy paste dari arsip email milis assunnah yang tertulis pada tanggal 06 Dec 2007. Yang membahas tentang tata cara sholat hajat, maaf bukan perkataan saya dan saya masih belum berkompeten dan belum tercapai ilmunya untuk membid’ahkan dan mentidak bid’ahkan segala sesuatunya.

Berkomentarlah dengan ilmu dan akal.Sehingga komentar anda bermanfaat untuk orang lain.

Semoga tulisan dibawah ini bermanfaat untuk kita semua.

Sekali lagi Berkomentarlah dengan ilmu dan akal.Sehingga komentar anda bermanfaat untuk orang lain atau lebih baik diam. 

[assunnah]>>Tata cara sholat hajat

edwar oktaviano

Thu, 06 Dec 2007 23:15:36 -0800

From: aam <[EMAIL PROTECTED]>Sent: Thursday, December 06, 2007 11:50 AM

Assalamu’alaykum warohmatullohi wabarokatuh

Akhkum fillah bagaimana tata cara sholat hajat, apa hukum dan dalilnya? Syukron Jazakumullahu khayran bagi yang bersedia membahasnya.

Wassalamu’alaykum warohmatullohi wabarokatuh

Susiana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

wa’alaikumsalam wa rohmatullohi wa barokatuhu

dalam buku ” Sholat Sunnah Rasulullooh Shollalloohu ‘Alaihi wa Sallam ” karangan Dr. Muhammad bin Umar Bazmul, pada halaman 142, disebutkan salah satu dari beberapa bid’ah dalam sholat tathowu’ adalah sholat Hajat.

AlloHu Ta’ala A’lam

Sekedar menambahkan, bahwa “sholat Hajat” yang dikenal selama ini tidak ada tuntunannya dari Rasulullah shalallahu ‘alahi wa salam

wallahu’ alam

Abu Fahri

Tambahan.

Penjelasan lengkapnya dari almanhaj.or.id

DERAJAT HADITS SHALAT HAJAT

Oleh

Al-Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat

http://www.almanhaj.or.id/content/2297/slash/0

Datanganya masalah ini atas pertanyaan seorang shahabat, tentang shalat hajatyang terdapat dalam kitab pedoman shalat (hal. 503) karangan Al-Ustadz Hasbi.

Sesuatu amal ibadah tidak boleh kita kerjakan sebelum mengetahui dua syarat

utamanya.

Pertama : Dalilnya, baik Qur’an maupun Hadits

Kedua :Jika dalilnya itu dari hadits, maka jangan kita amalkan dulu sebelum kita mengetahui derajat hadits itu, sah (shahih dan hasan) datangnya dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam atau tidak (dla’if/lemah)

Jika kedapatan hadits itu shahih atau hasan, maka bolehlah kita amalkan. Akan tetapi jika ternyata hadits itu dla’if, baik dla’ifnya ringan maupun berat,maka tidak boleh kita amalkan.

Tentang shalat hajat itu telah saudara ketahui ada dalilnya dari hadits sebagaimana tersebut di kitab pedoman shalat. Hanya sekarang yang perlu kita ketahui dalilnya itu sah atau tidak? Di bawah ini akan saya bawakan haditsnya sekalian saya terangkan derajatnya.

“Artinya : Dari Abdullah bin Abu Aufa, ia berkata, telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Barangsiapa yang mempunyai hajat kepada Allah, atau kepada salah seorang dari bani Adam (manusia), maka hendaklah ia berwudlu serta membaguskan wudlu’nya kemudian shalat dua raka’at. Terus (setelah selesai shalat) hendaklah ia menyanjung Allah dan bershalawat kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian ia mengucapkan (do’a) : Laa ilaaha illallahul haliimul kariim… (dan seterusnya sampai)… ya arhamar rahimin” [Riwayat Tirmidzi (dan ini lafadznya), Hakim dan Ibnu Majah]

Sanad hadits ini sangat lemah karena di sanadnya ada seorang rawi bernama Faaid bin Abdurrahman Abu Al-Waruqa’.

Imam Tirmidzi sendiri setelah meriwayatkan hadits ini berkata. “Hadits ini gahrib (asing), diisnadnya ada pembicaraan (karena) Faaid bin Abdurrahman telah dilemahkan di dalam hadits(nya)”.

Di bawah ini keterangan para ulama ahli hadits tentang Faaid bin Abdurahman.

[1]. Kata Abdullah bin Ahmad dari bapaknya (Imam Ahmad), “Matrukul hadits (orang yang ditinggalkan haditsnya)”.

[2]. Kata Imam Ibnu Ma’in, “Dla’if, bukan orang yang tsiqat (kepercayaan)”.

[3]. Kata Imam Abu Dawud, “Bukan apa-apa (istilah untuk rawi lemah)”.

[4]. Kata Imam Nasa’i, “Bukan orang yang tsiqat, matrukul hadits”.

[5]. Kata Imam Abu Hatim, “Hadits-haditsnya dari Ibnu Abi Aufa batil-batil sedng hadits ini Faaid riwayatnya dari Ibnu Abu Aufa)”

[6]. Kata Imam Al-Hakim, “Ia meriwayatkan dari Ibnu Abi Aufa hadits-hadits maudlu (palsu)”.

[7]. Kata Imam Ibnu Hibban, “Tidak boleh berhujjah dengan (riwayat)nya”

[8]. Kata Imam Bukhari, “Munkarul hadits (orang yang diingkari haditsnya)”.Imam Bukhari pernah mengatakan, “Setiap rawi yang telah aku katakan padanya munkarul hadits, maka tidak boleh (diterima) riwayatnya” [Lihat Mizanul I’tidal

jilid 1 halaman 6]

Setelah kita ikuti keterangan-keterangan di atas, maka tahulah kita bahwa derajat hadits shalat hajat sangat lemah yang tidak boleh diamalkan. Jika ada hadits lain dan telah sah riwayatnya, baru boleh kita amalkan.

Periksalah kitab-kitab:

Al-Mustadrak Hakim 1/320

Sunan Tirmidzi 1/477

Sunan Ibnu Majah no. 1384

Tahdzibut Tahdzib 8/255

Al-Adzkar halaman 156. [1]

[Disalin da kitab Al-Masa’il (Masalah-Masalah Agama) Jilid 2, Penulis Abdul Hakim bin Amir Abdat, Penerbit Darul Qolam, Jakarta. Cetakan I – Th 1423/2002M]

__________

Foote Note

[1]. Ditulis pada tanggal 10-3-1986

Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id

Website audio: http://assunnah.mine.nu

Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]

Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/mlbios.php/aturanmilis/

About these ads

Comments on: "Apakah Sholat Hajat Itu Bid’ah?" (45)

  1. Anang Bagus said:

    Assalamu alaikum wr wb

    saya kurang setuju kalw sholat hajat itu bid’ah..sebuah hadist yang lemah pun apabila dia banyak sekali ditulis atau ditemukan maka hadist tersebut bisa menjadi kuat. Misalnya seperti hadist tentang menyentuh kulit perempuan yang membatalkan wudlu..hadist tersebut dikatakan lemah..akan tetapi karena hadist tersebut banyak sekali ditulis ataw banya sekali ditemukan maka hadist tersebut menjadi kuat..

    Mudah2an pendapat saya ini menjadi pertimbangan ahkum fillah

    wassalamu alaikum

    • Tengku Parameswara said:

      Assalamu alaikum,

      Saya sangat tidak setuju kalau sholat hajat dikategorikan sebagai bid’ah. Hadist2 tentang sholat hajat banyak sekali ditulis oleh perawi yang berbeda2…dengan banyaknya ditemukan hadist2 mengenai sholat hajat itu menandakan tingkat kemungkinan hal ihwal sholat hajat ini memang datangnya dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan pihak yang mendengarkannya juga dari banyak pihak yang berbeda2…

      Sehingga dapat disimpulkan bhw sholat hajat ini sangatlah boleh untuk kita amalkan.

  2. Ini bid’ah, itu bid’ah, anda ini membuat orang2 yg baru mengenal islam kebingungan dengan istilah bid’ah. Kedepankan solusi dulu sebelum melarang segala sesuatu, jangan hanya kuat-kuat-an dalam membandingkan hadits saja, tp perbaiki juga pemahaman ummat ini secara step-by-step (komprehensif).

    Semoga anda bisa bijak lagi dalam memaknai segala sesuatu dalam kehidupan, tidak hanya HITAM-PUTIH (bid’ah-sunnah) seperti selama ini.

  3. LAKUM DIINUKUM WALIYADIIN.

  4. nurdin latief said:

    akhi anang bagus, jika antum mempelajari ilmu mustholah tentu antum akan semakin bijak dalam menyampaikan kesimpulan

  5. padu waeeeee….sia teh…bid’ah teh aya dua..
    ngarti teu..cing ngaji heula sia teh goblog..

    • wew, andring2

    • Hamba Allah said:

      Astagfirullah….antum bersikaplah yang sopan….sikap antum itu seperti preman saja tak ber akhlaq…klw mau membantah…bantahlah dng ilmu bukan dng kata2 kasar sprt itu…..

    • Saha Nu Goblog…???
      Timana sumberna bid’ah kabagi Dua..???
      Kumaha batur rek ngarti…??
      cik mana dalilna, meh batur ngartieun, dimana letak kasalah jeung KASESATAN SIA…..!!!!

    • Yusyus.S.Ferwandha said:

      paling hese nyadarkeun jelema anu “Tak Liq” mah………….

    • asslamu’alaikum ya habibi skalian..
      waah,, rame banget yah,,
      sampe ada yang pake emosi segala..
      Sabar,,sabar.. Istighfar..

      Maksud sang Penulis itu baik, jika ada yang salah,, mohon jangan langsung disalahkan tapi pelan2 diberitahu yang benar.
      atau mungkin bisa duduk bareng, :)
      ane prihatin kalo sbg sesama Muslim berantem adu argument.. :(
      matur nuwun, trimakasih..

      Intinya Bid’ah itu ga sesimpel itu, harus tau ilmunya dulu.
      *Maap jika ane ada salah, mohon dikoreksi

      wassalam
      Damai Islam Indonesia
      http://hanyaindonesiaku.blogspot.com

  6. Seluruh ibadah hrs dilandasi ilmu.. Selama apa yg disajikan bisa dipertanggung jwbkan insya allah mmg hrs diikuti biar tdk mengada adakan apa2 yg tdk ada dlm agama utk tetap dlm ajaran yg lurus.. Membantah karna tdk setuju jg hrs dgn ilmu.. Mudah2an keterangan diatas bukan hanya hasil postingan dari dunia maya semata tp hasil kajian yg cukup.. Wassalam..

  7. Yusuf Supriadi said:

    Akh Lqman..!! kalau dinasihati gak mau, itu berarti sombong, orang lain di suruh bijak, tapi sendirinya malah suka mencela orang yang menyampaikan kebenaran???

    • @Yusuf Supriadi :
      TOLONG TUNJUKKAN KATA2 SAYA YANG ANDA ANGGAP “suka mencela orang yang menyampaikan kebenaran”, ANDA INI JANGAN SUKA MEMBOLAK-BALIKKAN KATA-KATA YAA….
      TOLONG JANGAN SUKA TERLALU CEPAT MENYIMPULKAN, KAYA’ AHLI NUJUM AJA KAU INI SUF…
      *sorry klo menyinggung, karena saya TERSINGGUNG dg tulisan-mu suf*

      • Ini bid’ah, itu bid’ah, anda ini membuat orang2 yg baru mengenal islam kebingungan dengan istilah bid’ah. Kedepankan solusi dulu sebelum melarang segala sesuatu, jangan hanya kuat-kuat-an dalam membandingkan hadits saja, tp perbaiki juga pemahaman ummat ini secara step-by-step (komprehensif).

        Semoga anda bisa bijak lagi dalam memaknai segala sesuatu dalam kehidupan, tidak hanya HITAM-PUTIH (bid’ah-sunnah) seperti selama ini.

        YAAAAAA SEMUA KATA – KATA PENO MENGANDUNG AURA “MEMBARA…….” …… EMOSI EROSI, ABRASI,,,EITSSSS…HEHE…PIS MENNN…… sabar aja jadi orang ……

  8. Masih bingung tentang hukum sholat hajat, klo emang gx boleh d amalkan, tetapi mengapa banyak orang yg selalu mengamalkanya…tolong d buat fatwa saja supaya jelas…jika memang sanad dri hadis trsebut lemah…mkasih

  9. bagi yang mengikuti keluarga Rasulullah salat ini dianjurkan

    bagi yang mengikuti ahlussunnah/suni ada yang mengatakan bid’ah ada yang tidak

    Silakan pilih sendiri

    bagi saya, salat hajat itu bagus sekali, pernah diamalkan dan Alhamdulillah dikabulkan.

    orang meminta kepada Allah kok dilarang..??

  10. betull,, kenapa meminta pada allah dilarang,, padahal untuk mewujudkan keinginan pasti butuh doa,,
    ini itu bid’dah lalu apa yang boleh dilakukan

    • Yusyus.S.Ferwandha said:

      Ini hukum asalnya Yo :” Semua masalah Ibadah asalny dilarang kecuali ada Nash dari Allah/Rasulallah, sedangkan Hal Dunia asalnya semua Boleh kecuali ada larangan dari Allah/Rasullah.”.

  11. Semoga saudara selalu dalam lindungan Allah swt, amin…

    Mohon maaf saya kurang dengan setuju dengan pendapat saudara, karena saya adalah seorang yang suka melaksanakan shalat hajat, tentunya shalat wajib saya ke depankan…

    Saya hanya ingin mengetahui niat saudara mengapa saudara begitu melemahkan shalat hajat tersebut? berarti saudara telah setidaknya melarang setiap insan untuk melaksanakan shalat sunat tsb, boleh saja kita melarang melakukan sesuatu kepada orang lain, namun sangat miris sekali karena saudara telah berkata demikian.

    mohon maaf sebelumnya
    Terima kasih

  12. Aslm…

    mohon maaf seblumnya..
    menurut saya, hal demikian nggak perlu di perdebatkan…
    hanya akan menjdi perpecahan di antara saudara2 sesama mulim…jangan ribut2 dan saling mencaci maki,
    Bid’ah atau tidak, sebaiknya masing2 lebih memperdalam lagi…
    Allah Maha Tau……
    Semoga Allah Menujuki jalan yg benar..aammmmiiiiiinnn

  13. SaudaraQ sekaliaan,
    Kita tidak usah mencela apa yang di sampaikan saudar kita dlm artikel di atas, namanya jg kita sama2 menuntut Ilmu. Tujuan dari dakwah di atas adalah sprt tercantum dlm surat Al-Asri, bahwasanya, sesungguhnya qt akan merugi kecuali orang2 yang beramal soleh dan saling menasehati dalm kebaikan dan Taqwa.
    terkait artikel dan rujukan hadist di atas, itu untuk mengingatkan qt bahwa dasar dan ilmu tentang ibadah itu sudah ditentukan waktu, cara dan tempatnya.
    Jadi, sapa yang sekiranya berpegang teguh dengan pendapat dan dasarnya silakan, G ada paksaan. tp harus siap menanggung amal dan perbuatan qt.
    kan Dasar qita sholat yaitu menganut ROSULULLAH,
    “Sholatlah sebagaimana aku melakukan sholat”.
    Jgn dasar dlm ibadah karena kebiasaan, karena bagus menurut qita atau karena perasaan qt bagus.
    Harus ada tuntunannya, yaitu Rasulullah.

    Semg Manfaat.
    Wassalam
    Ating Kurnia

  14. tertarik sholat hajat

  15. syarat diterima amal ada 2 . pertama ikhlash karena Allah, kedua ittiba’ atau mencontoh kepa Nabi.

  16. mohon maap sebelumnya……sy termasuk yg sedang memperdalam tentang islam..!!! tapi sy jadi bingung,sebab sy sering mendengarkan tausyiah dari beberapa ulama/ustad..ustad pertama mengatakan ini bid,ah..ustad yg kedua bilang ini shahih..dan kata ustad yg lain ini sunnah….jadi mana yang benarrr…..APAKAH MEMANG AL QUR,AN ADA DUA MACAM ? SEHINGGA MAKNA NYA BERBEDA…..mohon pencerahan…..asslm allkm wrb….amiiinnn.

    • Yusyus.S.Ferwandha said:

      Saya orang yg pernah mengalami hal spt Anda, Rum…,ahirnya dapat kesimpulan bahwa ” CELAAN DIDAHULUKAN DARIPADA PUJIAN”., Semoga anda mengerti maksudnya.
      Wass…

  17. Teliti benar kalau mau berkomentar jangan sampai orang tersesat

  18. memang hal itu terjadi dimasyarakat, perbedaan2 yang semua inginn mempertahankan. tapi dengan adanya perbedaan itu bisa membuat kita selalu mencarii dan mencari kebenaran sehingga kita akan selalu tambah ilmu yang nantinya akan menjadi saku buat kita disaat sudah dipanggil Allah SWT. semoga kita semua mendapatkan ilmu yang manfaat didunia dan akherat ….amiin…..

  19. Agus rohmad said:

    Ass wr wb…
    Postingan Dari ustadz jefri (UJE) Semoga menjadi bermanfaat
    Bid’ah itu ada dua, bid’ah mahmudah ( yang terpuji ) dan bid’ah madzmumah ( yang tercela ) . Bid’ah yang sesuai dengan sunnah adalah Bid’ah yang terpuji. Sedangkan yang bertentangan dengan sunah adalah Bid’ah yang tercela .”(Imam Syafi’i)

    Dalam kamus bahasa Arab , kita dapat menemukan arti bid’ah secara bahasa (etimologis) dengan mudah. Dalam kamus Al-Munjid desebutkan : “Bid’ah adalah suatu yang diadakan tanpa adanya contoh terlebih dahulu”,. Pada dasarnya semua kamus bahasa Arab mengartikan bid’ah secar bahasa sebagai sebuah perkara baru yang diadakan atau diciptakan tanpa adanya contoh terlebih dahulu.

    Shalat Sunnah Hajat ialah shalat sunnat yang dikerjakan karena mempunyai hajat agar diperkenankan hajatnya oleh Tuhan. Shalat sunnat hajat boleh dikerjakan karena minta dipermudah segala niat yang diinginkan oleh umatnya. Shalat sunnah hajat dikerjakan dua raka’at, kemudian berdo’a memohon sesuatu yang menjadi hajatnya. Shalat hajat ini banyak macam ragam cara mengerjakannya, yakni bukan syarat rukunnya tidak, hanya pada bacaannya dan tertibnya berlainan cara mengerjakannya. Pada pokoknya shalat hajat itu dilaksanakan dua raka’at sampai dengan 12 raka’at, dengan tiap-tiap dua raka’at satu salam. Ayat-ayatnya terserah kepada yang akan mengerjakannya dan diperbuat dua raka’at sehingga sampai 12 raka’at jumlahnya. Dan seperti shalat-shalat yang lain. Lafadz niatnya ialah : Artinya : ” Aku niat shalat sunnat hajat dua raka’at karena Allah ta’ala.” Allahu Akbar.

    Moga dengan penjelasan ini Anda paham.

    • Yusyus.S.Ferwandha said:

      Ass.Mas Agus memang benar bahwa Bid’ah terbagi dua, Tapi Maksudnya adalah: Bid’ah didalam Keduniaan. sedangkan Bid’ah dalam hal Ibadah hanya satu yaitu Dlalalah saja., Itulah maksud dari Ayat Allah yg menegaskan bahwa Islam sudah Sempurna dan Sabda Nabi SAW “……………Kamu lebih tahu akan Duniamu…”.Tks

  20. gatot budi utomo said:

    Alhamdulillah, alhamdulillahi rabbil alamin. Marim kita bermohon kepada Allah. Semoga kita semua dikaruniai ilmu hikmah oleh Allah SWT, sehingga diijinkan Beliau memahami makna yang tersurat. Qad aflahal mu’minun. Alladziinahum fii shalaatihim khaasyi’uun. Semua yang disampaikan ini niyatnya insya Allah bagus. Mari kita terima perbedaan yang ada dengan lapang dada, jangan saling menyalah. Mari saling memaafkan. Hanya Beliau yang Mahabenar. Wassalam……gbu

  21. Gelas akan memperlihatkan isinya. perdebatn ini tlah memperlihatkan sapa yg bicra dg ilmu dan spa yg bcra tnpa ilmu,, jlas spa yg bner2 ngikut rasulullah dan spa yg mrsa lbih pntar dri rasulullah. kalo maslah ibadah Rasulullah pakarnya dan rujukannya. kembalikan masalah ini kpd Allah dan RasulNya.

  22. pada dasarnya kita di beri akal untk mau berfikir,,masalah furu’iyah pasti akan slalu muncul,tugas kita bukan cari perbedaanya tp mari kita hidupkan Islam dg persmaannya yang indah,ulama masa lalu sudah di akui keilmuawannya,fatwa,dan dasarnya,kita tinggal megikitinya saja,,selama itu baik kta jalankan,sampai hari ini kita btdk menemukan ulama sekelas Imam Nawawi,Imam Ghozali dll,yg akuntabiliitas,kafabilitas tdk diragukan mari kita ibadah sesuai dg yang kita yakini kebenranya,,yang bid’ah silahkan dg bid’ahnya..yang tdak silahkan jg,,karena yang selamat nanti hanya ahlu sunnah wal jamaah,,wallohu a’lam

  23. hamba Allah said:

    BID’AH = Menambahkan sesuatu pada ibadah. rosulullah s.a.w bersabda : kullu bid’atin dholalah wa kullu dholaalatin finnaar. “semua bid’ah adalah keburukan dan semua keburukan tempatnya di neraka” sebaiknya kalau menyikapi masalah sunnah rosul jangan dikatakan bid’ah. yang disebut bidah itu adalah menambahkan atau melebih2kan sesuatu pada ibadah2 yang WAJIB.. wallahu a’lam bimuroodihi…

  24. Innama bid’ahtu dholalah

  25. Itulah umat Islam, bisanya cuma saling menyalahkan!!! yang satu menganggap bid’ah yg satu menganggap bukan bid’ah. Apa iya, msalah spt ini hrus dselesaikan dengan perang?? ga lucu kan..
    Kpan Ukhuwah Islamiyah akan tercipta klo sesama muslim aja msih brsikap kya gini?? Alangkah senangnya umat lain melihat saudara kita sesama muslim brprilaku spt ini, mohon direnungkan BRO!!!!

    • Setuju banget bro…. blom baca apa apa. udah pada marah marah ma yang posting, ini kan tentunya tuk jadi bahan perbandingan, bukan bahan pertengkaran :P

      • ya2, benar itu semua memang cobaan dr Allah, hanya orang yg trpilih-lah yg akan masuk surga, sehingga meski agamanya islam pun belum tentu ahli surga!
        Dari pada itu, tengoklah umat agama lain yg tidak pernah ada perbedaan, karena mereka itu nggak beda aja sudah pasti ahli neraka.
        MAHA SUCI ALLAH

  26. Hadits Rasulullah SAW terkait salat hajat antara lain :
    “Siapa yang berwudhu dan sempurna wudhunya, kemudian salat dua rakaat (Salat Hajat) dan sempurna rakaatnya maka Allah berikan apa yang ia pinta cepat atau lambat” ( HR.Ahmad )
    “Barangsiapa yang memunyai kebutuhan (hajat) kepada Allah atau salah seorang manusia dari anak-cucu adam, maka wudhulah dengan sebaik-baik wudhu. Kemudian salat dua rakaat (salat Hajat), lalu memuji kepada Allah, mengucapkan salawat kepada Nabi ? Setelah itu, mengucapkan “Laa illah illallohul haliimul kariimu, subhaana…. (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah)
    Diriwayatkan dari Abu Sirah an-Nakh’iy, dia berkata, “Seorang laki-laki menempuh perjalanan dari Yaman. Di tengah perjalan keledainya mati, lalu dia mengambil wudhu kemudian salat dua rakaat, setelah itu berdoa. Dia mengucapkan, “Ya Allah, sesungguhnya saya datang dari negeri yang sangat jauh guna berjuang di jalan-Mu dan mencari ridha-Mu. Saya bersaksi bahwasanya Engkau menghidupkan makhluk yang mati dan membangkitkan manusia dari kuburnya, janganlah Engkau jadikan saya berhutang budi terhadap seseorang pada hari ini. Pada hari ini saya memohon kepada Engkau supaya membangkitkan keledaiku yang telah mati ini.” Maka, keledai itu bangun seketika, lalu mengibaskan kedua telinganya.” (HR Baihaqi; ia mengatakan, sanad cerita ini shahih)
    Ada seorang yang buta matanya menemui Nabi saw, lalu ia mengatakan, “Sesungguhnya saya mendapatkan musibah pada mata saya, maka berdoalah kepada Allah (untuk) kesembuhanku.” Maka Nabi saw bersabda, “Pergilah, lalu berwudhu, kemudian salatlah dua rakaat (salat hajat). Setelah itu, berdoalah….” Dalam waktu yang singkat, laki-laki itu terlihat kembali seperti ia tidak pernah buta matanya.” Kemudian Rasulullah saw bersabda, “Jika kamu memiliki kebutuhan (hajat), maka lakukanlah seperti itu (salat hajat).” (HR Tirmidzi)

    terlepas dari hadist” diatas, saya kira tidak ada salahnya seseorang melakukan shalat sunnah 2 rakaat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan menyampaikan hajat2nya karena sesungguhnya hanya Allah SWT semata lah yang memiliki kekuasaan untuk memenuhi hajat hambaNya.

  27. Yusyus.S.Ferwandha said:

    Ass.w.w. Pernah Nabi SAW Bersabda (redaksionalnya kurang lebih) : “………….Umatku akan terbagi menjadi 73 Golongan………………., semua masuk neraka, kecuali 1yg masuk Surga,………………..Yaitu Ahlul sunnah wal jamaah…”…, Saya jadi bingung masalahnya semua Mengaku Ahlul Sunnah Wal jamaah…..
    (Mohon dikritisi).Tks

  28. STOP!! ANTUM JANGAN BANYAK CAKAP, KALIAN ISLAM APA BUKAN? JIKA IYA, WAJIB BAGI KALIAN MENJAGA UKHUWAH ISLAMIYAH,
    JANGAN ADA YANG BILANG INI BENAR DAN INI YANG SALAH!
    KALIAN HARUS SADAR KALIAN INI SIAPA. KEBENARAN HANYA DITANGAN ALLAH SWT. SAJA.
    ISLAM MEMANG TERPECAH MENJADI BEBERAPA GOLONGAN, TIDAK ADA GOLONGAN YANG SALAH MAUPUN BENAR, KALIAN HARUS MEMILIH DAN MEYAKINI SALAH SATU DIANTARA ITU, WONG KEYAKINAN KOK DPAKSA, APA HAK KALIAN?
    SAYA SENDIRI MEMANG SHOLAT HAJAT JUGA,
    KARENA SAYA YAKIN KALO ITU SUNNAH.
    SEDANGKAN SEBAGIAN MENGGAP ITU BID’AH, YA BIARKAN SAJA KARENA ITU JUGA KEYAKINAN MEREKA.
    SEHARUSNYA KITA MEMILIH DAN BERSERAH DIRI KEPADA ALLAH TA’ALA.

    SEKIAN! WASSALAM

  29. Shalat hajat yang antum kemukakan dengan beralasan haditsnya lemah, sebenarnya perlu dicermati lagi. Hadits tentang shalat hajat, memang benar haditsnya lemah, namun ada beberapa hal yang antum harus ketahui :
    1. Tidak semua hadits yang dhoif itu mutlak untuk tidak diamalkan, karena para ulama hadits mengomentari berbagai macam pendapat tentang mengamalkan hadits dhoif. Memang ada yang melarang secara mutlak dan ada pula yang tidak melarang secara mutlak, bahkan bila diamalkan dalam fadhoilul a’mal maka dibolehkan, sebagaimana dijelaskan oleh Imam Nawawi didalam kitab Azkarnya:
    قال العلماء من المحدثين والفقهاء وغيرهم يجوز ويستحب العمل في الفضائل والترغيب والترهيب بالحديث الضعيف مالم يكن موضوعا
    Berkata para Ulama dari kalangan muhaddits, fuqoha dan yang lain. Boleh, dan sunnah beramal didalam fadhoilul a’mal, untuk memotivasi ibadah, menghindari yang ditakuti dengan hadits yang lemah selama bukan hadits yang maudhu,
    Dan hampir semua kitab mustholahul hadits ketika membicarakan hadits dhoif dari segi pengamalannya, ada yang membolehkan beramal dengan hadits yang dhoif. Artinya semua itu pendapat dari para ulama yang mempunyai keilmuannya yang tinggi tidak seperti kita yang masih awam. Dan larangan untuk mengamalkan hadits yang dhoif itupun bukan dari nabi, apakah ada haditsnya? Melainkan dari para ulama yang mengomentari hadits yang dhoif tersebut sehingga menimbulkan pemahaman yang berbeda-beda.
    2. Hadits shalat hajat yang dikeluarkan oleh Turmudzi, dijelaskan didalam syarahnya Tuhfatul ahwadzi:
    وَرَوَاهُ الْحَاكِمُ بِاخْتِصَارٍ ثُمَّ قَالَ أَخْرَجْته شَاهِدًا ، وَفَائِدٌ مُسْتَقِيمُ الْحَدِيثِ
    Hakim telah meriwayatkannya dengan singkat kemudian beliau berkata aku keluarkan syahid pada hadits ini dan Faid orang yang mustaqimul hadits
    Artinya hadits shalat hajat tersebut dapat diperkuat juga dengan hadits yang dikeluarkan oleh hakim.
    3. Hadits tentang shalat hajat riwayat dari Abu Darda’ didalam kitab Ghoyatul Maqshid Fizawaidil Musnad Syekh Penyusunnya menempatkan dalam Bab Shalat hajat
    من توضأ فأسبغ الوضؤء ثم صلى ركعتين يتممهما أعطاه الله ما سأل معجلا أو مؤخرا ”
    Walau pun hadits ini didhoifkan oleh Syeikh Nasrudin Albani, apakah pentadh’ifan syekh Nasruddin bisa diakui dan diterima? Bukankah didalam disiplin ilmu mustholahul hadits syarat orang yang berhak mendhoifkan hadits itu harus seorang Muhaddits lagi hafidz, apakah syeikh Nasruddin seorang Muhaddits hafidz? Karena Muhaddits dan hafidz itu orang yang telah menghafal seratus ribu hadits matan dan sanadnya sementara Syeikh Nasruddin apakah seorang hafidz yang menghafal seratus ribu matan berikut sanadnya?
    Bahkan beliau mengakui ketika ditanya apakah engkau mengahafal sepuluh hadits matan dan sanadnya? Beliau menjawab “aku bukan ahli hadits sanad tetapi ahli hadits ahli hadits dengan kitab saja tanpa dengan hafal matan dan sanadnya? Jelas para ahli hadits terdahulu tidak menerimanya dan bahkan ditolak sebagai pentashih dan petadh’if hadits. Alhasil pendhoifan hadits dari albani tidak bisa diterima.
    4. Keempat mazhab dari hanafi, maliki, syafii dan hambali, mengakui disyari’atkannya shalat hajat tersebut, sebagaimana dijelaskan dalam Mausu’ah Fiqhiyyah”
    اتّفق الفقهاء على أنّ صلاة الحاجة مستحبّة
    Para Ulama fiqh sepakat bahwa shalat hajat adalah disunnahkan.
    اختلف في عدد ركعات صلاة الحاجة ، فذهب المالكيّة والحنابلة ، وهو المشهور عند الشّافعيّة ، وقول عند الحنفيّة إلى أنّها ركعتان ، والمذهب عند الحنفيّة أنّها : أربع ركعات ،
    Mereka berselisih mengenai jumlah rokaat shalat hajat. Mazhab Malik, Hambali, Syafii, dan satu qaul mazhab Hanafi jumlahnya dua rakaat, sementara mazhab hanafi empat rakaat.
    Demikianlah mereka mensefakati adanya shalat hajat dan disyari’atkannya, tentunya mereka tidak akan menfatwakan disyariatkannya shalat hajat kalau dalilnya itu tidak ada atau tidak diterima. Mereka telah mencermati dengan benar mengenai dalillnya, tidak seperti orang-orang sekarang baru tahu hadits lemah saja sudah menfatwakan tidak boleh dikerjakan, tidak menelusuri dahulu dalilnya secara detail.

  30. asslamu’alaikum ya habibi skalian..
    waah,, rame banget yah,,
    sampe ada yang pake emosi segala..
    Sabar,,sabar.. Istighfar..
    Maksud sang Penulis itu baik, jika ada yang salah,, mohon jangan langsung disalahkan tapi pelan2 diberitahu yang benar.
    atau mungkin bisa duduk bareng, :)

    ane prihatin kalo sbg sesama Muslim berantem adu argument.. :(

    matur nuwun, trimakasih..
    wassalam
    http://hanyaindonesiaku.blogspot.com

  31. Menurut guru yg sy hormati. Ilmu ITU untuk diamalkan bukan untuk didedebatkan. Bila didebatkan maka dua2 nya sesat….yang benar2 sunnah aja 10% aja blm dilaksanakan.. KNP ribut seakan2 semua ahli sunnah… perangi tuh KB, asuransi,riba bank, leasing kendaraan, kpr, ITU semua produk kafir.. tp Kenapa ente semua diam aja… kadon maseaan ibadah batur..

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: